Informasi terbaru seputar Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah dan sekitarnya
Teknologi digital kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi alat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Hal inilah yang dikembangkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) "Penerapan Teknologi GIS dalam Upaya Pencegahan dan Mitigasi Bencana pada Kelompok Karang Taruna Desa Salili Kabupaten Sitaro"..
Baca SelengkapnyaGugus tugas penanggulangan kemarau Pemkab Sitaro terus bergerak cepat menyuplai kebutuhan air bersih ke berbagai kampung di Pulau Siau, termasuk Kampung Salili. BPBD Sitaro bersama Satuan Pol PP, Dinas PU, dan PDAM mendistribusikan air bersih menggunakan armada Damkar dan kendaraan tangki. Kepala BPBD Sitaro Frans Lintjewas menyatakan bahwa distribusi dilakukan berdasarkan permintaan dari pemerintah kampung untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan suplai air selama musim kemarau. Mobilitas tim terus berjalan selama pekan ini dengan menyisir nyaris seluruh kampung di enam kecamatan di Kabupaten Sitaro.
Baca SelengkapnyaSebuah mobil pikap mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lindongan I, Kampung Salili, Kecamatan Siau Tengah. Mobil keluar jalur dan masuk jurang sedalam 5 meter. Satu penumpang mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Siau Tengah. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.
Baca SelengkapnyaKomandan Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, melaksanakan peninjauan langsung percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah. Kehadiran TNI bersama pemerintah desa dan pendamping menunjukkan sinergi kuat dalam memastikan pembangunan koperasi berjalan optimal. Dandim berharap Koperasi Merah Putih menjadi sarana penguatan ekonomi desa dengan berbagai unit usaha seperti gerai sembako, apotek desa, simpan pinjam, dan cold storage.
Baca SelengkapnyaUniversitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dan Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2025 di Kampung Salili. Program bertajuk "Revitalisasi Teknologi Pengolahan Pala dan Usaha Tani Ternak Terpadu" ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi desa. Kegiatan mencakup penandatanganan MoU antar perguruan tinggi, peresmian kandang ayam, dan penyerahan bibit ayam kepada kelompok tani di Desa Beong dan Salili.
Baca SelengkapnyaTim dosen dan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema "Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Gunung Meletus dan Gempa Bumi" bagi Karang Taruna Desa Salili. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi web siapsiagasalili.com, serta monitoring dan evaluasi. Tim juga menyerahkan alat keselamatan seperti sirene peringatan dini, APAR, masker KN95, dan rambu titik kumpul.
Baca SelengkapnyaKelompok Tani Bersehati di Kampung Salili, Kecamatan Siau Tengah, melaksanakan panen perdana komoditas tomat yang diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro. Kepala BKPSDM Sitaro, Stengly Langi, yang mewakili Penjabat Bupati menyatakan bahwa panen ini adalah simbol kerja keras dan dedikasi petani dalam mengembangkan komoditas tomat yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut dan Ketua TP-PKK Sitaro.
Baca SelengkapnyaKampung Salili dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh BPS Kabupaten Sitaro pada tahun 2022 dan menjadi satu-satunya desa terpilih dari 83 kampung di Kabupaten Sitaro. Kapitalau Salili, Maria Wiesje Kuheba, menyampaikan harapannya agar program ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam penggunaan data statistik untuk perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan desa.
Baca SelengkapnyaNama Desa Salili diyakini berasal dari tumbuhan "Lili" yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut. Tumbuhan dengan mahkota bunga kuning ini memiliki khasiat untuk kesehatan dan digunakan warga untuk menggosok badan saat mandi (disebut "Mu lili"). Para pendatang yang melewati kawasan ini sering mengucapkan "Sa Lili" (ekspresi heran dan kagum), yang kemudian menjadi nama desa. Kapitalau Salili, Maria Wiesje Kuheba, menjelaskan bahwa tumbuhan Lili saat ini terancam punah seiring perputaran waktu.
Baca SelengkapnyaLokasi Pertempuran Pasumah dan Angkumang di Kampung Salili resmi ditetapkan sebagai situs budaya. Penetapan ini bertujuan melestarikan nilai sejarah perjuangan masyarakat setempat sekaligus mendukung pengembangan wisata sejarah yang edukatif bagi generasi muda maupun pengunjung.
Baca Selengkapnya