Potensi Sumber Daya Alam

Desa Salili • Kecamatan Siau Tengah
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO)

3.1 Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan merupakan aktivitas manusia sebagai mata pencaharian yang terkait dengan lahan. Penggunaan lahan telah dikaji dari beberapa sudut pandang, sehingga tidak ada satu definisi yang benar-benar tepat dalam keseluruhan konteks yang berbeda. Hal ini mungkin misalnya melihat penggunaan lahan dari sudut pandang kemampuan pengelolaan lahan dengan cara mengevaluasi lahan dalam hubungannya yang bermacam-macam karakteristik alami yang disebutkan diatas.


Penggunaan lahan berkaitan dengan kegiatan manusia pada bidang lahan tertentu, misalnya permukiman, perkebunan dan pertanian. Luas penggunaan lahan di Desa Salili secara keseluruhan ditampilkan pada tabel berikut:


Tabel 3.1 Luas Penggunaan Lahan

NO LAHAN HEKTAR PERSENTASE
1 Luas Tanah Lahan Kritis 26,45 7.05
2 Luas Tanah Kering 283,25 75.53
Tegal / Ladang 142,65 38.04
Pemukiman 9,2 2.45
Pekarangan 131,4 35.04
3 Luas Tanah Basah 0.00 0.00
4 Luas Tanah Perkebunan 47,2 12.59
Perkebunan Rakyat - -
Perkebunan Perorangan 47,2 12.59
5 Luas Fasilitas Umum 13,1 3.49
Lapangan Olahraga 0,2 0.05
Perkantoran Pemerintah 1 0.27
Pemakaman Desa 0.00 -
Bangunan Sekolah 0,5 0.13
Pasar - -
Jalan 2,2 0.59
Saluran Listrik 9,2 2.45
6 Luas Tanah Hutan 5 1.33
Hutan Lindung 0.00 0.00
Hutan Produksi 0.00 0.00
Hutan Asli 5 1.33
Total 375 100

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021


Berdasarkan tabel yang ditampilkan diatas dapat dilihat total luas lahan adalah 375 Ha, lahan yang paling dominan adalah Lahan Tanah Kering 283,25 Ha atau 75,53%, dan paling sedikit luas tanah fasilitas umum 13,1 Ha atau 3,49% dari luas keseluruhan Desa.

3.2 Luas Panen Tanaman

Luas panen tanaman dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikroba) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit luas panen tanaman juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.


Lahan perkebunan di Desa Salili berdasarkan hasil identifikasi data profil desa di dominasi oleh lahan perkebunan Kelapa. Selain itu secara keseluruhan masyarakat di Desa Salili lebih banyak bermata pencaharian sebagai petani Kelapa. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan tanah dan lahan masyarakat yang ada di desa Salili. Dimana terdapat kurang lebih 160 KK yang mempunyai lahan perkebunan kelapa dengan total luas lahan 10 Ha.


Potensi lahan yang besar tentu diikuti oleh pengelolaan dan optimalisasi guna memperoleh keuntungan yang optimal. Luas lahan perkebunan kelapa tersebar merata hampir di seluruh wilayah Desa Salili.


Tabel 3.2 Luas Panen Tanaman

NO LAHAN LUAS LAHAN (Ha) PRODUKSI (Kw)
1 Perkebunan 46.8 374.32
Cengkeh 5.0 20.32
Kelapa 31.4 270.0
Pala 10.4 84.0
2 Pertanian 4.2 281.5
Ubi Jalar 0.1 1.0
Ubi Kayu 1.5 150.0
Cabai 1.0 2.5
Talas 1.6 128.0
3 Buah-buahan 3.25 101.9
Jeruk 0.2 7.5
Alpukat 0.5 15.0
Mangga 0.2 8.0
Rambutan 0.25 3.75
Durian 0.7 24.9
Pisang 1.2 36.75
Nangka 0.2 6.0
Total 54.25 757.72

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021


Produksi Perkebunan adalah banyaknya produk usaha tani yang diperoleh dalam rentang waktu tertentu. Satuan yang banyak digunakan adalah kwintal, tergantung dari potensi hasil setiap jenis komoditi. Di desa Salili penghasil terbesar produksi perkebunan adalah Tanaman Kelapa dengan luas lahan 31.4 Ha dan produksi 270 Kw.

3.3 Sumber Daya Air dan Sanitasi

Potensi sumber daya air di Desa Salili mengandalkan sumber daya air hujan. Kondisi ini sangat mempengaruhi kebutuhan air di desa, terutama dalam pemanfaatan lahan perkebunan dan pertanian yang ada di Desa Salili. Sebagian besar lahan perkebunan dan pertanian di desa ini mengandalkan curah hujan atau tanah hujan.


Berkaitan dengan potensi air bersih di Desa Salili, kondisi sanitasi di Desa Salili juga memiliki kualitas yang cukup baik. Kebutuhan domestik akan air bersih yang dimiliki oleh masyarakat Desa Salili tidak cukup terpenuhi. Kebutuhan air di desa ini hanya mengandalkan air hujan yang jika terjadi kekeringan sangat mempengaruhi ketersediaan air di desa ini. Hal ini sejalan dengan kondisi juga fasilitas sanitasi yang memadai untuk ukuran desa yang sehat. Keberadaan fasilitas yang lengkap tanpa dukungan dengan keberadaan air juga tidak akan membuat fasilitas ini berfungsi dengan baik.


Tabel 3.3 Sumber Daya Air

NO JENIS JUMLAH (Unit) PEMANFAATAN (KK)
1 Mata air - -
2 PAM - -
3 Sumur Gali - -
4 Bak Penampung Hujan 152 160
5 Tangki Air Bersih - -
6 Embung 1 160
7 Bangunan Pengolahan Air - -

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021


Tabel 3.4 Sanitasi

NO JENIS JUMLAH (Unit) PEMANFAATAN (KK)
1 Sumur Resapan - -
2 MCK Umum 2 6
3 Jamban Keluarga 146 160
4 Saluran Air Limbah Drainase 3 10

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021

3.4 Pariwisata

Desa wisata merupakan suatu kawasan pedesaan yang menawarkan suasana perdesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, budaya, adat istiadat yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkan berbagai komponen pariwisata misalnya cinderamata, makan minum, akomodasi, atraksi dan kebutuhan desa lainnya.


Di Desa Salili terdapat 1 titik potensi untuk lahan pariwisata, yang menjanjikan keindahan alam bagi pengunjungnya. Wisata alam desa Salili yang rencananya akan dibangun yaitu Bukit Doa Andeang.

🏔️ Wisata Alam

  • Bukit Doa Andeang - destinasi wisata alam yang direncanakan
  • Potensi keindahan alam dan panorama
  • Dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan alam
  • Mendukung pengembangan ekonomi kreatif desa

3.5 Jalan dan Jembatan

Jalan desa adalah jalan yang dapat dikategorikan sebagai jalan dengan fungsi lokal di daerah pedesaan. Artinya jalan desa dapat berfungsi sebagai penghubung antar desa, atau berfungsi sebagai penghubung hunian/perumahan, serta berfungsi sebagai penghubung desa ke pusat kegiatan yang lebih tinggi tingkatannya (kecamatan).


Tabel 3.5 Jenis dan Panjang Jalan

NO JENIS JALAN PANJANG (Km)
1 Jalan Desa / Kelurahan 2.914
Jalan Aspal -
Jalan Beton 2.914
2 Jalan Antar Desa / Kelurahan / Kecamatan 300
Jalan Aspal -
Jalan Beton 300
3 Jalan Kabupaten Yang Melewati Desa 408.141
Jalan Aspal 3.141
Jalan Beton 405
Total 710.655

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021


Tabel 3.6 Jembatan

NO JENIS UNIT
1 Jembatan -
Jembatan Beton 10
Total 10

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021


Luas Jalan Desa Yang Dibangun dengan Menggunakan Dana Desa

NO TAHUN PANJANG JALAN (M) LINDONGAN
12015100III
22015350III
3201690II
42016650III
52017200III
6201749III
7201725III
8201820III
9201882III
102018184II
11201950II
122019600III
132021500III
Total 2.900

Sumber: Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) Desa Salili, 2021

Ringkasan Potensi Sumber Daya Alam

🌾 Penggunaan Lahan

  • Total luas: 375 Ha
  • Tanah Kering: 283,25 Ha (75,53%)
  • Perkebunan: 47,2 Ha (12,59%)
  • Fasilitas Umum: 13,1 Ha (3,49%)
  • Hutan Asli: 5 Ha (1,33%)

🌴 Komoditas Unggulan

  • Kelapa - 31.4 Ha, produksi 270 Kw
  • Pala - 10.4 Ha, produksi 84 Kw
  • Cengkeh - 5.0 Ha, produksi 20.32 Kw
  • Ubi Kayu - 1.5 Ha, produksi 150 Kw
  • Talas - 1.6 Ha, produksi 128 Kw

💧 Air & Sanitasi

  • Bak Penampung Hujan: 152 unit
  • Embung: 1 unit
  • Jamban Keluarga: 146 unit
  • MCK Umum: 2 unit
  • Sumber air utama: Curah Hujan

🚗 Infrastruktur

  • Total panjang jalan: 710.655 Km
  • Jembatan Beton: 10 unit
  • Pembangunan jalan Dana Desa: 2.900 M
  • Destinasi wisata: Bukit Doa Andeang

Arah Pengembangan SDA

Visi Pengembangan SDA

"Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk mewujudkan Desa Salili yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui pengelolaan lahan, perkebunan, pariwisata, dan infrastruktur yang berwawasan lingkungan."